JAKARTA, KOMPAS.comPemakaman Mbah Surip, yang rencananya akan dilangsungkan Rabu (5/8), urung dilakukan. Pelaksanaannya justru akan dipercepat pada malam ini juga.

Menurut Farid, putra kedua Mbah Surip, pemakaman akan dilaksanakan di pemakaman keluarga WS Rendra, setelah pernikahan adiknya, Resia Tri Tresnawati (25). “Dalam agama Islam, jenazah dikuburkan makin cepat makin baik,” kata Farid di rumah duka di Bengkel Teater pimpinan WS Rendra, Jalan Cipayung Jaya, Citayam, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8) malam.

Mengenai alasan pernikahan yang juga dipercepat dari jadwal semula, menurut Farid, hal itu lebih karena pertimbangan adat Jawa. “Menurut adat Jawa karena kalau jenazah (orangtua) sudah dikuburkan, calon pengantin harus menunggu satu tahun lagi baru boleh menikah,” ujar Farid, yang menemani ayahnya mengembuskan napas terakhirnya.

Menurut Farid, Resia adalah anak ketiga dari pernikahan Mbah Surip dengan Ninuk Sulistiyawati. Resia akan dipinang kekasihnya, Sam (28).

Kepada pers, Farid juga mengungkap nama lengkap ayah dan tanggal lahirnya, yang selama ini tak pernah dieksposnya bila ditanya soal identitasnya. “Nama lengkap Mbah, Urip Rahmat Arioyanto. Si Mbah lahir tanggal 5 Mei 1957,” ungkapnya.

Di mata dirinya, ayahnya adalah pribadi yang tak pernah mengeluh. “Dia itu bisa istirahat di mana saja. Saya sama dia juga pernah istirahat di POM bensin, dia enggak perlu istirahat di hotel. Saya juga salut sama Mbah, dia punya kelebihan stamina kuat. Saya yang muda saja kalah,” katanya.

Namun, pada Sabtu (1/8) pekan lalu, ayahnya mengeluhkan sesak napas setelah meminum es. “Saya kecolongan. Show di Yogyakarta pada tanggal 2 Agustus akhirnya saya batalkan karena saya tahu kondisi Mbah. Akhirnya, Senin kemarin, saya ungsikan Mbah ke rumah Mas Mamiek karena dikejar-kejar orang dan wartawan. Keadaannya sempat membaik. Dia bisa makan. Sampai (Selasa) tadi pun, dia sempat makan bubur,” beber Farid.

Kepada Farid, semasa hidupnya, seniman jalanan yang namanya melambung lewat lagu “Tak Gendong ke Mana-mana” itu, memang punya banyak obsesi besar. Selain memiliki helikopter dan rumah singgah untuk anak-anak jalanan, ia juga punya obsesi mendirikan sebuah Bank Artis. “Katanya untuk para artis-artis yang pernah mengharumkan nama bangsa sehingga mereka bisa berinvestasi untuk masa depannya,” kenang Farid. (C9-09/EH)